Pregiwa dan Pregiwati (kembar) – tokoh wayang.

Standard

Pregiwa dan Pregiwati.  ( Anak Arjuna – Manohara ).

.

Narasi dan gambar tokoh disiapkan oleh Agus Andoko, Surakarta di FB pada 20 Juli 2012.
Gambar lain dan bahan pengayaan disiapkan oleh Budi Adi Soewirjo, Tangerang Selatan.
Foto ” Gatotkaca Gandrung ” milik Harmiel M. Soekardjo, Jakarta.

.

Pregiwa dan Pregiwati mewarisi kerupawanan kedua orang tuanya, ManoharaArjuna sehingga mereka menjadi buah bibir di pertapaan Tirtakawana tempat mereka lahir dan dibesarkan oleh ibu dan kakeknya. Janaloka, salah satu cantrik atau pelayan di pertapaan Tirtakawana pun diam-diam mencintai dua gadis remaja itu. Tapi tentu saja dia tak berani mengutarakan perasaannya mengingat statusnya yang hanya sebagai cantrik di pertapaan itu.

Suatu hari ketika Pregiwa-Pregiwati pamit pada ibu dan kakeknya untuk mencari ayahnya di Ksatrian Madukara, Janaloka menawarkan diri mengawal perjalanan kedua gadis muda itu. Padahal dalam benak Janaloka sudah tersusun rencana busuk untuk melampiaskan perasaannya selama ini pada Pregiwa – Pregiwati.

Wiku Manikara, kakek Pregiwa-Pregiwati yang sudah mencium gelagat mencurigakan Janaloka tak mengijinkannya mengawal perjalanan cucu-cucnya. Tapi Janaloka bersikeras dan bahkan bersumpah, kalau sampai dia punya niat jahat pada Pregiwa – Pregiwati biar dia mati dikeroyok orang. Begitulah, akhirnya ketiganya berangkat menuju Madukara melewati hutan lebat.

Melangkah tak jauh dari pertapaan Janaloka mulai menggoda dan merayu kedua gadis itu untuk melayani kemauannya. Pada saat itu pula sebenarnya kemalangan mulai menimpa Janaloka. Pohon besar tempatnya berteduh ketika hujan atau panas selalu tumbang. Sumber air yang hendak diminumnya selalu kering, buah-buahan hutan yang hendak dipetiknya untuk dimakan tiba-tiba layu dan membusuk. Demikianlah Janaloka mengalami penderitaan hebat.

Puncaknya terjadi saat mereka bertemu rombongan Korawa, yang begitu melihat Pregiwa – Pregiwati berniat memboyong keduanya ke Astina. Hendak menunjukkan pengabdiannya pada tuannya, Janaloka pun menghadapi Korawa dan akhirnya mati dikeroyok Korawa. Pregiwa – Pregiwati sendiri lari dan diselamatkan Gatotkaca yang mengantarkannya dengan selamat ke Madukara, bertemu Arjuna. Gatotkaca jatuh cinta pada Pregiwa, demikian pula sebaliknya sehingga keduanya pun menikah. Sementara Pregiwati berjodoh dengan Pancawala, anak YudhistiraDrupadi.

.

Bahan pengayaan :

.

(1)

Di awal tahun 1960 an di Surabaya pernah terbit satu buku berjudul ” Potjapan Ringgit Tiyang ‘ , berisi semacam skenario / naskah dialog para tokoh dalam lakon wayang orang. Salah satu lakon yang ada dalam buku tersebut adalah lakon ” Pregiwa – Pregiwati “. Bahkan di dalam bagian lakon tadi ada ilustrasi gambar Cantrik Janaloka berhadapan dengan Pregiwati di dalam hutan.

Anda bisa membaca dan mengunduh gratis file digital format PDF konservasi buku ” Potjapan Ringgit Tiyang “.
Buku ini berisi skenario/ naskah dialog untuk lima lakon wayang :

Kartawijoga.
Kresna Kembang.
Pregiwa Pregiwati.
Petruk Dadi Ratu.
Kulandarageni.

Buku ini disarankan untuk Ibu Bapak Guru yang ingin mengajak siswa siswi nya mementaskan wayang orang atau drama wayang dengan kostum kekinian  ( jika kemampuan tari kurang mencukupi – misalnya , dan kostum klasik wayang tidak ada )  ;  sangat membantu siswa siswi untuk meng-apresiasi wayang sebagai kesenian lokal Jawa. Mangga dipun cobi.

.

.

Penggambar nya adalah S. Topo , seorang penggambar buku-buku seni budaya lokal pada saat itu. Selain S. Topo ada seorang lagi penggambar yaitu Ratmoyo. Sayang saat ini buku-buku seperti itu -yang berisi gambar-gambar wayang atau seni budaya lokal – sudah tidak terbit lagi. Dan buku yang dulu pernah terbit sangat jarang ada di simpan orang / perpustakaan.

Salah satu blog Paguyuban Pecinta Wayang – Wayang Pustaka - sedang menyiapkan konservasi file digital format PDF satu buku cerita wayang bergambar – bukan kopmik – yang pernah terbit pada pertengahan tahun 1970 an berjudul ” Bale Sigala-gala ” karya penggambar Ratmoyo dan narasi oleh Abas. ( Bp Sam Soemadipradja, Bandung yang saat ini menyimpan buku asli nya). Buku ini menarik karena gambar-gambar nya banyak dengan ukuran masing-masing satu halaman penuh.

.

(2)

 Wayang Orang Sriwedari, Surakarta dan Wayang Orang Ngesti Pandowo, Semarang maupun Wayang Orang Tjipto Kawedar yang pentas keliling sering mementaskan lakon Pregiwa – Pregiwati. Kisah asmara Pregiwa dengan Gatotkaca rupanya menjadi sangat populer sehingga para penata tari Jawa menggubah satu fragmen tari berjudul ” Gatotkaca Gandrung ” yang menggambarkan kasmarannya Gatotkaca kepada Pregiwa. Di tengah fragmen digambarkan Gatotkaca me ” nembang” kan / menyenandungkan tembang asmara kepada Pregiwa :

Balung pakel dhuh mbok gunung , teja bengkok nginum warih ………

.

Foto peraga tari sebelum menarikan fragmen tari ” Gatotkaca Gandrung ” di album foto FB Bp Harmiel M Soekardjo :

.

.

.

.

(3)

File digital konservasi format MP3 dari file audio atau video berkaitan dengan tokoh Pregiwa – Pregiwati bisa diperoleh di laman Paguyuban Pecinta Wayang http://wayangprabu.com.

Alamat URL spesifik akan kami tampilkan berikutnya.

.

2 responses »

  1. Dados kemutan jaman kula taksih alit, ndherek gladen beksan Gathutkaca Gandrung. Rumangsane gagah pideksa, njenggureng ora medeni, nanging mbasan ketaman branta dadi kuwur padoning netra satemah dhawah saking antariksa.

  2. Pingback: Manohara. – [ khazanah tokoh wayang ] « TOKOH WAYANG PURWA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s