Anggada – tokoh wayang.

Standard

Anggada. (anak Subali – Dewi Tara)

.

tokoh wayang Ramayana,

.

Bahan pengayaan :

.

Pengantar Admin blog :

Sebetulnya urutan posting blog ini belum sampai menceritakan tokoh wayang era Ramayana. Tetapi kebetulan Admin mengikuti – di Facebook – tampilan foto dari P Stanley Hendrawidjaja seorang pecinta, pemerhati dan kolektor wayang kulit purwa maupun wayang ukur. Beliau mukim di Bogor.

Kali ini p Stanley Hendrawidjaja menampilkan gebingan wayang kulit purwa Anggada, wayang tokoh kera. Beliau menfokuskan rangkaian foto untuk memperlihatkan detail bagaimana para penggambar dan penatah wayang ‘ menggubah ‘ epek-epek ‘ tangan dan kaki wayang kera.

Beliau mengatakan – dalam pembicaraan setahun yang lalu – bahwa banyak penggambar dan penatah wayang kurang memperhatikan detail gubahan  ‘epek-epek‘ (baik wayang tokoh manusia, denawa, wanara), sehingga hasil akhirnya adalah ‘epek-epek‘ yang posisinya kurang masuk akal dan kurang indah.

( gebingan = wayang kulit yang sudah ditatah tetapi belum disungging/ diwarnai.
epek-epek = telapak tangan atau kaki
denawa = raksasa
wanara = kera )

(1)

Anggada.

.

.

(2)

Detail epek-epek tangan belakang.

Detail epek-epek tangan belakang (epek-epek menghadap ke pengamat (kita)).

.

.

(3)

Detail epek-epek kaki belakang.

Komentar Bima S Raharja, pecinta & pemerhati wayang dari Yogyakarta :

Pola “untu walang” atau rumpilan pada ngangrangan gelang untuk gaya Surakarta masih dipertahankan, bila di Jogja hanya kalangan penatah2 tertentu, dan milik dhalang saja yang masih menggunakan…[Untuk masalah] kaki saya cocok dengan pola “menatural”kan dengan kera asli.

.

.

(4)

Detail epek-epek tangan depan dan kaki depan (1).

.

.

(5)

Detail epek epek tangan depan kaki depan (2)

Komentar Bima S Raharja, pecinta dan pemerhati wayang dari Yogyakarta :

Nyempurit-nya tangan memang “ngethek” tenan. Kalo tidak faham “uda mamah” (asal mula, dan cerita…mungkin bahasa sekarang pake istilah ikonografi-nya) driji denawa dibuat driji kera…lha sebenarnya kurang pas rasanya.

.

.

About these ads

2 responses »

  1. maaf, seinget saya Resi Gotama Indradi tu anaknya ada 3 al : Guwarsa, Guwarsi dan Anjani, karena ibunya yg selingkuh dg Batara Surya (cerita Cupu Manik Astagina) ke 3 anak tsb berubah wujud menjadi kera, Guwarsa jadi Subali, Guwarsi jadi Sugriwa sedang Anjani hanya tangan dan wajahnya saja yg jadi kera, Selanjutnya Subali dg Dewi Tara punya anak Anggada, pd waktu Anggada masih bayi sudah ditinggal mati ayahnya, maka pengasuhanya oleh pamannya Sugriwa termasuk Dewi Tara menjadi istri Sugriwa. (cerita Guwa Kiskenda – Subali Gugur) maaf ini sekedar urun rembug untuk melestarikan budaya yg adi luhung ini (Wayang Kulit Purwa) matur nuwun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s