Category Archives: a Pandawa

Abimanyu. [ khazanah tokoh wayang ]

Standard

Abimanyu.

[ Maaf, halaman-halaman ini dalam persiapan. Silakan kunjungi blog ini kembali untuk membaca beragam kisah tokoh wayang purwa Jawa dan melihat gambar nya. ]

.

.

.

Gambar wayang Abimanyu di atas adalah karya D. Tjarita salah seorang penggambar wayang legendaris di tahun-tahun 1900 an sampai tahun 1930 an. Gambar ini dipindai dengan resolusi tinggi dari buku berjudul ” Bratajoeda ” karangan R Ng Kartapradja yang terbit tahun 1937.

.

Kunjungi berkala blog ini untuk membaca tulisan tentang tokoh wayang dan gambar wayang karya penggambar-penggambar wayang legendaris.

.

Arimbi – tokoh wayang.

Standard

.

.

.

Arimbi. ( isteri Bima )

.

Narasi dan gambar tokoh disiapkan oleh Agus Andoko.
(pada tanggal 2012 di Facebook)
Pengantar bahan pengayaan disiapkan oleh Budi Adi Soewirjo.
Gambar grafis Bedah Wanamarta milik laman e-wayang, Depok.
Foto ‘ saudara-saudara Arimbi ‘ milik Bima S Raharja, Yogyakarta.

tokoh wayang keluarga Bima, Arimbi, Hidimba, negara Pringgadani, Tremboko, negara Astina, Pandu, Kunti, Gatotkaca.

.

Dalam wiracarita Mahabharata asli India, Arimbi atau Hidimbi, isteri Bima, adalah seorang raseksi atau raksasa perempuan dari negeri Pringgandani, anak Raja Tremboko yang juga berwujud raksasa. Perkawinan Bima – Arimbi bisa disebut sebagai “perkawinan politis” sebab Pringgandani adalah musuh bebuyutan Astina, negeri leluhur Bima.

Tremboko dulu terbunuh oleh Pandu, ayah Bima, raja Astina. Perkawinan Bima – Arimbi mencairkan perang dingin antara kedua negara, sekaligus merukunkan keturunan Tremboko – Pandu.

Tetapi dalam pedalangan Jawa, Arimbi diceritakan sebagai wanita cantik. Itu berkat ucapan Kunti yang jatuh iba melihat raksasa perempuan mendatangi Pandawa yang sedang membuka hutan Wanamarta untuk dijadikan negara. Saat Arimbi menyatakan niatnya ingin dinikahi Bima, Kunti berkata “Coba kau bilang sendiri ke Bima, cah ayu…..”, seketika Arimbi yang raseksi berubah jadi wanita cantik. Dalam perkawinannya dengan Bima, Arimbi melahirkan Gatotkaca, berwujud setengah manusia setengah raksasa [versi India].

Di pedalangan Jawa Gatotkaca digambarkan sepenuhnya manusia gagah perkasa, berotot kawat bertulang besi, bisa terbang bahkan. Gatotkaca mewarisi tahta Pringgandani, meski lewat intrik seru dengan adik-adik Arimbi.

.

.

.

Bahan pengayaan :

(1)

Wayang kulit saudara-saudara Arimbi.

Arimbi mempunyai beberapa saudara laki-laki yaitu :

Brajadenta.
Brajamusti.
Braja Wikalpa.
Braja Lamatan.

P Bma S Raharja ; pecinta & pemerhati wayang dari Yogyakarta pernah menampilkan di album Facebook nya wayang kulit purwa Jawa tokoh-tokoh tersebut.

Wayang kulit yang ditampilkan tersebut masih dalam bentuk gebingan (sudah selesai ditatah tetapi belum disungging/ diwarnai.

.

(1 a)

Brajadenta.
Brajadhenta, pamanipun Gathutkaca, gebingan 2011, koleksi Bima S Raharja.

.

.

(1.b)

Brajamusti.
Brajamusthi; gebingan 2010, diputrani dari Kagungan Dalem Ringgit Purwa “Swargen” Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

.

.

(1.c)

Brajawikalpa.
Brajawikalpa, gebingan 2011 Koleksi Bima S Raharja, murgan, wayang kulit purwa gaya Yogyakarta.

.

.

(1.d)

Brajalamatan.
Brajalamatan, wayang kulit purwa gagrag Yogyakarta versi Bima S Raharja gebingan 2011.

.

.

Pancawala – tokoh wayang.

Standard

Pancawala.

.

Bahan pengayaan :

(1)

Bp Suwadi Krijo Taruno ; seorang pecinta, kolektor wayang hasil ‘ corekan ‘ nya sendiri, penyusun buku ensiklopedi berisi foto tokoh wayang koleksi beliau ( berjudul ” Wayang Kulit Purwa gagrag Surakarta ” ) di akun Facebook nya pernah menampilkan tokoh Pancawala ( di album FB Suwadi KT) :

.

 

.

Begawan Ciptaning atau Begawan Mintaraga – tokoh wayang purwa Jawa.

Standard

Begawan Ciptaning atau Begawan Mintaraga. (Arjuna menjadi pertapa)

[ halaman dalam persiapan ]

.

Narasi tokoh wayang disiapkan Agus Andoko.
Gambar lain dan foto dikumpulkan dan disusun Budi Adi Soewirjo.

Tokoh wayang purwa, gunung Indrakila, tujuh bidadari, Bathari Wilutama, Niwatakawaca, Bathari Supraba.

Begawan Ciptaning.

Begawan Ciptaning adalah adalah nama yang dipakai Arjuna saat bertapa di Gunung Indrakila. Bertapa adalah laku prihatin mematikan setiap keinginan sebagai sarana mencapai tujuan.

Pada saat bertapa, Begawan Ciptaning mendapat cobaan berat sebab pada titik paling lemahlah ia digoda. Tujuh bidadari Kahyangan berparas jelita datang menggoda imannya. Dengan bahasa tubuh yang amat menawan ketujuh bidadari itu menawarkan kenikmatan duniawi. Tapi Begawan Ciptaning bergeming. Bahkan seorang bidadari yang terlalu bernafsu menggoda, Bathari Wilutama, mendapat malu saat busananya tanggal tertiup angin kencang.

Berkat ketekunannya bertapa Begawan Ciptaning akhirnya mendapat pusaka ampuh dari dewa untuk membinasakan Raja Niwatakawaca yang sedang mengganggu Kahyangan. Hadiah berikutnya ia mendapatkan Bathari Supraba, bidadari tercantik di Kahyangan.

Makanya … Fokuslah pada tujuan dan abaikan setiap godaan.

.

.

Bahan pengayaan :

.

(1)

 

.

(2)

.

.

(3)

.

Begawan Ciptaning, versi Purwokusuman. Foto : Bima Karangjati.

Arjuna. – [ khazanah tokoh wayang ]

Standard

Arjuna

 

Narasi tokoh disiapkan oleh Agus Andoko.
Gambar dan bahan pengayaan disiapkan oleh Budi Adi Soewirjo.

.

Konon seluruh pesona laki-laki sepenuhnya ada pada sosok anak ketiga Pandu – Kunti ini sehingga Arjuna mendapat julukan ” lelananging jagad ” alias lelakinya jagad. Meski bertubuh ramping berwajah lembut tapi Arjuna adalah petarung hebat di medan perang, tak pernah terkalahkan sehingga mendapat sebutan Parantapa atau penakluk musuh.

 

Tak hanya penakluk pria di medan perang, Arjuna juga penakluk wanita di ranah asmara. Ia memiliki isteri lebih dari sepuluh, mulai dari kaum endang atau anak pertapa, puteri raja hingga bidadari. Meski penakluk wanita, sebagai petapa sejati Arjuna dikenal sangat kuat menahan godaan wanita. Saat bertapa di Gunung Indrakila dengan sebutan Begawan Ciptaning, Arjuna tak tergoyahkan oleh rayuan 7 bidadari swargaloka yang diutus para dewa untuk menggodanya.

 

Meski demikian ia pernah kena batunya juga saat merayu Anggraini, isteri Palgunadi untuk menjadi isterinya. Perempuan setia ini tak mau meladeni Arjuna, bahkan rela bunuh diri tidak mau disentuh Arjuna.

 

Tetapi Arjuna juga pernah dikutuk bidadari Urwasi menjadi banci selama setahun karena menolak cintanya. Kutukan ini dimanfaatkan Arjuna saat harus menjalani penyamaran selama setahun di istana Wirata usai kalah berjudi dengan Korawa. Di Wirata Arjuna menjadi guru tari banci bernama Wrehatnala.

 

Dari isteri-isterinya Arjuna mendapat banyak anak yang membantunya dalam perang besar Bharatayuda.

.

.

 

.

.

Bahan pengayaan :

.

 

Bima – tokoh wayang.

Standard

Bima. ( anak kedua Pandu – Kunti )

.

Tokoh wayang Pandawa, Mahabarata, Bima, Bratasena, Werkudara, Pandu, Kunti, Gajah Sena, Begawan Drona, Tirta Amertasari, Laut Selatan, Dewa Ruci, Ngagini, Dewa Anantaboga, Antareja, Arimbi, Pringgadani, Gatotkaca, Urang Ayu, Bathara Baruna, Antasena.

 

Narasi tokoh disiapkan oleh Agus Andoko.
Gambar, foto dan bahan pengayaan dikumpulkan & disiapkan oleh Budi Adi Soewirjo.

 

Sering juga disebut Bratasena atau Werkudara, Bima menjadi ikon tentang keteguhan hati manusia dalam menjalani apa yang diyakininya benar. Gambar Bima banyak dipasang di rumah-rumah orang Jawa sebagai simbol keteguhan hati.

Anak kedua Pandu – Kunti ini memiliki tubuh sentosa, tinggi besar gagah perkasa. Saat lahir bayi Bima terbungkus selaput yang tak seorangpun bisa membukanya. Hanya Gajah Sena, putera Bathara Guru yang berwujud gajah yang bisa membukanya dengan paksa. Selaput pembungkus bayi Sena berubah menjadi bayi juga, bernama Jayadrata yang kelak setelah dewasa bergabung dengan Korawa.

Keteguhan hati Bima ditunjukkan saat dia disuruh gurunya, Begawan Drona, untuk mencari Tirta Amertasari ( Air Kehidupan ) di Laut Selatan yang ombak besarnya bisa membunuh siapapun. Karena keteguhan hatinya, Bima menjalankan perintah itu, berjuang menghadapi berbagai rintangan, termasuk naga besar penjaga Laut Selatan. Terjadi perkelahian seru antara keduanya hingga hewan mengerikan itu terbunuh. Berada antara hidup dan mati karena lelah setelah perkelahian hebat itu Bima justru bertemu dengan Dewa Ruci, sejatinya Bima sendiri, dan Bima pun mendapatkan pencerahan.

Bima menikah dengan tiga wanita, Nagagini putera Dewa Anantaboga yang menurun kan Antareja, Arimbi raksasa perempuan dari Pringgandani yang melahirkan Gatotkaca dan Urang Ayu puteri Bathara Baruna yang menurunkan Antasena.

Bima juga dikenal tidak membeda-bedakan orang. Ia digambarkan selalu “ngoko” ketika berbicara kepada siapapun , menunjukkan ia tidak membeda-bedakan orang berdasarkan pangkat dan kedudukan.

.

.

Bahan pengayaan :

.

(1)

Gambar grafis di bawah ini adalah konservasi gambar wayang di buku ” Bratajoeda ” tulisan R Ng Kartapradja terbitan Bale Poestaka tahun 1937. Di dalam buku itu terdapat banyak gambar wayang karya Kasidi, D Tjarito ( Darmo Tjarita ), RM Soelardi. Konservasi berupa pemindaian ke dalam file digital JPG dengan resolusi tinggi.

Mengapa dipindai dengan resolusi tingi ? Pertama, tentunya pindaiannya jelas. Kedua, jika ditampilkan di monitor gambarnya bisa besar. Ketiga, jika dicetak – dengan ukuran sampai A2 ( setengah lembar koran ) – hasilnya tidak pecah. Jadi bisa menjadi sarana studi bagi peminat seni kriya wayang.

.

.

(2)

Berikutnya akan disajikan beberapa ‘boneka’ wayang dari tokoh yang sama. Tokoh Bima atau nama lainnya Werkudara, dengan berbagai WANDA atau penampilannya berbeda.

Dalam pewayangan ; bentuk penampilan total – perpanduan posisi tubuh, posisi kepala/wajah, ekspresi wajah, pewarnaan wajah dan tubuh – biasa disebut WANDA WAYANG.

( Di bagian lain blog ini kami akan menyajikan tulisan tentang wanda dan tautan ke ebook-ebook – yang bisa diunduh gratis dari internet – yang membahas wanda. )

 .

Foto wayang Wrekudara yang akan ditampilkan adalah foto wayang koleksi bp Bima Karangjati dari Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Wayang-wayang ini adalah dari gagrak Surakarta.

.

(2 a)

Wrekudara wanda Lintang cemani buatan Sanggar Wayang Wawan Sondakan.
Hasil eksperimen Mas Hernot Sarwani, dua blak wonda Lintang, satu diglembeng, satu awak disungging cemani… Hasilnya: awak gembleng maupun cemani, sama-sama grennngg-nya….Jarak plemahan-bahu depan: 48 cm, jarak plemahan ujung atas: 69 cm.

cemani = hitam
awak gembleng = badan diberi warna emas

.

.

(2 b)

Wrekudara wanda Gurnat buatan mas Satina Manteb.
Werkudara wanda Gurnat yang dijujud (80cm) karya mas Satina Manteb.

dijujud = ditinggikan. Wayang nya lebih tinggi.

.

.

(2 c)

Wrekudara wanda Bambang buatan Sanggar Wayang Wawan Sondakan.
Bima wonda Bambang gagrak Sala dengan tafsir Yogjan, yakni paha belum memakai porong Nagaraja.

.

.

(2 d)

Wrekudara wanda Sanggem karya Satina Manteb.
Menurut keterangan Mas Rudy WP, Werkudara Sanggem ini sebenarnya Bima wanda Mimis. Wujud yang semula kreasi Ki Ganda Dharman ini kelihatan “siap melakukan apa saja di medan pertempuran”, oleh karenanya disebut “sanggem”, arti bebasnya “memenuhi kewajiban”… Foto by Hastangka

.

(3)

Bima di wayang orang., dari album foto di FB Wuku Wayang :
Tidak ada penjelasan wayang orang mana.

.

.

(4)

Laman e-wayang atau laman e-wayang di Facebook.

Sebuah laman yang menampilkan banyak gambar wayang yang dihasilkan dari teknologi digital / komputer.

.

.

.

Kampuh Poleng Bang Bintulu karya laman e-wayang.

Kampuh Poleng Bang Bintulu yang mempunyai 4 warna yaitu; merah, hitam, kuning dan putih. Yang merupakan simbol nafsu, amarah, alumah, supiah dan mutmainah. Disini menggambarkan bahwa Bima sudah mampu untuk mengendalikan nafsunya.

.