Tag Archives: negara Astina

Arimbi – tokoh wayang.

Standard

.

.

.

Arimbi. ( isteri Bima )

.

Narasi dan gambar tokoh disiapkan oleh Agus Andoko.
(pada tanggal 2012 di Facebook)
Pengantar bahan pengayaan disiapkan oleh Budi Adi Soewirjo.
Gambar grafis Bedah Wanamarta milik laman e-wayang, Depok.
Foto ‘ saudara-saudara Arimbi ‘ milik Bima S Raharja, Yogyakarta.

. 

tokoh wayang keluarga Bima, Arimbi, Hidimba, negara Pringgadani, Tremboko, negara Astina, Pandu, Kunti, Gatotkaca.

.

Dalam wiracarita Mahabharata asli India, Arimbi atau Hidimbi, isteri Bima, adalah seorang raseksi atau raksasa perempuan dari negeri Pringgandani, anak Raja Tremboko yang juga berwujud raksasa. Perkawinan Bima – Arimbi bisa disebut sebagai “perkawinan politis” sebab Pringgandani adalah musuh bebuyutan Astina, negeri leluhur Bima.

Tremboko dulu terbunuh oleh Pandu, ayah Bima, raja Astina. Perkawinan Bima – Arimbi mencairkan perang dingin antara kedua negara, sekaligus merukunkan keturunan Tremboko – Pandu.

Tetapi dalam pedalangan Jawa, Arimbi diceritakan sebagai wanita cantik. Itu berkat ucapan Kunti yang jatuh iba melihat raksasa perempuan mendatangi Pandawa yang sedang membuka hutan Wanamarta untuk dijadikan negara. Saat Arimbi menyatakan niatnya ingin dinikahi Bima, Kunti berkata “Coba kau bilang sendiri ke Bima, cah ayu…..”, seketika Arimbi yang raseksi berubah jadi wanita cantik. Dalam perkawinannya dengan Bima, Arimbi melahirkan Gatotkaca, berwujud setengah manusia setengah raksasa [versi India].

Di pedalangan Jawa Gatotkaca digambarkan sepenuhnya manusia gagah perkasa, berotot kawat bertulang besi, bisa terbang bahkan. Gatotkaca mewarisi tahta Pringgandani, meski lewat intrik seru dengan adik-adik Arimbi.

.

.

.

Bahan pengayaan :

(1)

Wayang kulit saudara-saudara Arimbi.

Arimbi mempunyai beberapa saudara laki-laki yaitu :

Brajadenta.
Brajamusti.
Braja Wikalpa.
Braja Lamatan.

P Bma S Raharja ; pecinta & pemerhati wayang dari Yogyakarta pernah menampilkan di album Facebook nya wayang kulit purwa Jawa tokoh-tokoh tersebut.

Wayang kulit yang ditampilkan tersebut masih dalam bentuk gebingan (sudah selesai ditatah tetapi belum disungging/ diwarnai.

.

(1 a)

Brajadenta.
Brajadhenta, pamanipun Gathutkaca, gebingan 2011, koleksi Bima S Raharja.

.

.

(1.b)

Brajamusti.
Brajamusthi; gebingan 2010, diputrani dari Kagungan Dalem Ringgit Purwa “Swargen” Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

.

.

(1.c)

Brajawikalpa.
Brajawikalpa, gebingan 2011 Koleksi Bima S Raharja, murgan, wayang kulit purwa gaya Yogyakarta.

.

.

(1.d)

Brajalamatan.
Brajalamatan, wayang kulit purwa gagrag Yogyakarta versi Bima S Raharja gebingan 2011.

.

.

Advertisements

Pandu. – [ khazanah tokoh wayang ]

Standard

Pandu.

Narasi tokoh disiapkan oleh Agus Andoko.
Gambar dan bahan pengayaan disiapkan oleh Budi Adi Soewirjo

.

Nama lengkapnya Pandu Dewanata, anak Dewi Ambalika dengan Abiyasa. Saat berhubungan badan dengan Abiyasa yang berkulit hitam legam, Ambalika pucat pasi karena ketakutan hingga Pandu terlahir bermuka pucat, meski demikian Pandu sangat sakti.

Pandu memiliki dua isteri, Kunti dari Mandura dan Madrim dari Madras.

Suatu hari saat berburu di hutan, Pandu salah memanah dua ekor rusa yang sedang bercinta, yang ternyata adalah jelmaan seorang resi dan isterinya. Pandu pun dikutuk akan tewas saat bercinta dengan isterinya. Ketika itu ia sudah memiliki tiga anak dari Kunti, yaitu Yudhistira, Bima dan Arjuna dan si kembar Nakula-Sadewa dari Madrim. Kelima anak lelaki itu kelak bernama Pandawa, lebih lengkapnya Pandawa Lima. Tak tahan bertarak, suatu hari Pandu menghampiri Madrim dan ketika asyik bercinta ia tewas.

Kunti dan Madrim berebut untuk bela pati, menceburkan diri ke api pembakaran mayat Pandu sebagai bukti kesetiaan seorang isteri. Setelah berunding, Madrim lah akhirnya yang bela pati, dengan pertimbangan Kunti lebih cocok membesarkan kelima anak yatim itu. Sepeninggal Madrim, Kunti membesarkan kelima anaknya tanpa membeda-bedakan anak kandung dan anak tiri. Bahkan kasih sayang Kunti lebih besar kepada si kembar yang yatim piatu itu.

.

.

.

Bahan pengayaan :

[ dalam persiapan ]