Tag Archives: Drupadi

Pancawala – tokoh wayang.

Standard

Pancawala.

.

Bahan pengayaan :

(1)

Bp Suwadi Krijo Taruno ; seorang pecinta, kolektor wayang hasil ‘ corekan ‘ nya sendiri, penyusun buku ensiklopedi berisi foto tokoh wayang koleksi beliau ( berjudul ” Wayang Kulit Purwa gagrag Surakarta ” ) di akun Facebook nya pernah menampilkan tokoh Pancawala ( di album FB Suwadi KT) :

.

 

.

Advertisements

Yudhistira – tokoh wayang.

Standard

Yudhistira

Narasi tokoh disiapkan oleh Agus Andoko.
Gambar dan bahan pengayaan disiapkan oleh Budi Adi Soewirjo.

.

 

Versi pedalangan Jawa menyebut Yudhistira atau Puntadewa adalah titisan Bathara Darma, dewa kebaikan sehingga anak pertama PanduKunti ini sepanjang hidup selalu berbuat baik dan jujur pada semua orang. Tetapi justru karena terlalu baik dan berusaha tidak mengecewakan orang itulah Yudhistira yang beristri Drupadi, anak Raja Drupada dari Pancali itu cenderung naïf. Ketika ditantang berjudi oleh Duryudana, pimpinan Korawa, Yudhistira meladeni dengan taruhan yang gila-gilaan. Semula ia hanya bertaruh uang, harta, benda dan negara. Sebagaimana biasa orang berjudi, adrenalin Yudhistira terpacu ketika dia terus menerus kalah bertaruh. Akhirnya dipertaruhkanlah isterinya, Drupadi, dalam perjudian itu, plus harus menjalani pembuangan selama 12 tahun di hutan jika kalah.

Ketika kalah judi, Drupadi dipermalukan di depan banyak orang. Perempuan malang ini ditelanjangi oleh Dursasana, salah satu dedengkot Korawa, di depan hidung suami dan adik-adiknya yang hanya bisa menutup mata. [ lihat Drupadi ]

Waktu perang besar Bharatayuda, Yudhistira yang sepanjang umur berlaku jujur terpaksa berbohong oleh bujukan Kresna. Waktu itu panglima perang Korawa, Begawan Durna, tengah galau karena mendengar anak lelakinya, Aswatama, gugur di medan laga, padahal sebenarnya Aswatama disembunyikan ibunya yang seorang bidadari. Ketika semua orang yang ditanya menjawab bahwa Aswatama gugur, hati Durna kian galau dan akhirnya ia bertanya pada Yudhistira yang diyakininya tak pernah bohong. Ketika itu Yudhistira pun menjawab bahwa Aswatama gugur maka tak berdayalah Durna dan saat itu juga ia terbunuh oleh Drestajumena, panglima Pandawa. Itulah untuk pertama dan terakhir Yudhistira tidak jujur, maka kereta perangnya yang semula tidak menjejak tanah pun, lalu turun ke tanah, sebagai pertanda tidak konsistennya Yudhistira sebagai orang jujur.

.

.

.

Bahan pengayaan :

.

[ Maaf, halaman dalam persiapan. Silakan berkunjungkembali untuk membaca bermacam tulisan tentang tokoh wayang dan melihat gambar nya. ]

.

 

.